[BERITA UTAMA]$show=phone$hide=post$type=carousel$cols=4$count=8$cate=0$sn=0$au=0$cm=0

Kontroversi Sabda WHO dan Para Penafsirnya

SHARE:

Sapanusantara.com - Membahas mengenai virus Covid-19 yang masih menjadi permasalahan hingga kini dan menimbulkan banyak kontoversi, serta ko...


Sapanusantara.com - Membahas mengenai virus Covid-19 yang masih menjadi permasalahan hingga kini dan menimbulkan banyak kontoversi, serta konspirasi dari berbagai kalangan baik dari kalangan artis, selebritis, maupun politikus.

Dalam pernyataan resminya pemerintah Tiongkok melaporkan kepada World Health Organization (WHO), bahwa kasus pertma dikonfirmasi dan telah menjalani serangkaian tahapan, hingga mendapatkan diagnosis pada tanggal 8 Desember 2019 lalu dan kesalahan yang amat fatal ketika itu adalah seorang dokter yang hendak memperingati kepada rekan-rekannya, berujung dibungkam oleh otoritas setempat. Berdasarkan hal tersebut bisa kita tarik sebuah kemungkinan bahwa pada saat itu mungkin penyakit atau virus tersebut telah terdeteksi. Namun, belum dikenali sebagai penyakit baru. Dan kemungkinan lainnya ialah kasus dan penyakit tersebut sudah terdeteksi dan dikenal. Namun, tidak dilaporkan atau tidak disebarluaskan secara terbuka.

Kemudian dapat lihat secara nyata bahwa awal langkah penanganan virus Covid-19 ini dianggap sangat remeh serta direspon cukup lambat oleh pihak berwajib yang seharusnya bertanggung jawab penuh atas kasus ini termasuk WHO karena mereka adalah garda pimpinan terdepan dalam perang melawan virus Covid-19 ini. Dapat kita lihat pula sejak awal dikonfirmasi, bahwa pasien terinfeksi pada tanggal 8 Desember 2019 dan sudah dilaporkan kepada WHO. Akan tetapi, WHO baru mengkonfirmasi dan menyatakan adanya penularan dari manusia ke manusia lain pada tanggal 21 januari 2020.

Tidak heran banyak pihak yang sangat kecewa terhadap respons WHO yang lambat dalam awal penanganannya. Bahkan, salah satunya adalah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang benar-benar kecewa hingga akhirnya Amerika Serikat resmi keluar dan tidak menjadi bagian dari WHO pada tanggal 6 juli 2021.

Dan belum lama ini WHO didesak ratusan pakar kesehatan dan juga ilmuwan dari berbagai negara di dunia terkait pengubahan pedoman Virus Covid-19 yang dapat menular melaui udara.

Hal ini benar benar menjadi kontroversi di kalangan para ilmuan, sebab pada awal pedoman yang dimuat WHO sejak virus Covid-19 pertama kali dikonfirmasi tidak dapat menular melalui udara. Kemudian, setelah dilakukan penelitian lebih lanjut oleh para ahli aerosol dan ahli infeksi, akhirnya mereka menemukan adanya jalur penularan melalui udara melalui mikrodroplet yang dikeluarkan dari napas atau batuk orang yang terinfeksi virus tersebut. Sebab virus yang menempel pada mikrodroplet tersebut cukup ringan dan memiliki ukuran yang hampir sama dengan virus itu sendiri sehingga membuatnya dapat melayang di udara dan memiliki potensi terhirup orang lain.

Dan setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, virus yang menempel pada mikrodroplet tersebut mampu bertahan di ruangan tertutup selama 3 jam dan akan langsung mati pada ruangan terbuka.

Dari penelitian tersebut, kita bisa tahu bahwa rumah sakit adalah tempat yang paling memiliki potensi besar menjadi tempat penularan, sekaligus penyembuhan. Akan tetapi, WHO masih melakukan penilitian lebih mendalam sebelum mengubah pedoman jalur penularan vrus Covid-19. Tentulah harapan kita agar WHO lebih cepat dalam melakukan pergerakan demi menanggulangi keberlanjutan pandemi ini.

Di lain sisi, hal ini berbanding terbalik degan informasi yang disampaikan oleh gugus tugas Indonesia setelah dilakukan penelitian oleh tim cyber Indonesia dan tim Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), serta tim Anti HOAX Kominfo penelitian WHO terkait virus korona dapat menyebar melalui udara adalah tidak benar. Hal ini benar-benar membuat masyarakat jatuh dalam jurang kebingungan.

Dan jika dilihat dari kacamata politik, hubungan antara Amerika dan Cina cukup panas hingga saat ini. Sebab saat sebelum masa pandemi datang, jelas kedua negara tersebut sangat bersitegang dalam perang dagang (usaha monopoli perdagangan dunia). Hingga kini, alasan Donald Trump selaku mantan Presiden Amerika tersebut mengundurkan diri dari WHO tak lain adalah karena rasa kurang percayanya terhadap WHO. Pasalnya, organisasi tersebut menurut Donald Trump telah mendukung Tiongkok yang tidak transparan dan telah menutupi informasi terkait kondisi sesungguhnya terkait virus korona pada awal kemunculannya.

Dan jika kita lihat di tanah air sendiri, tak usah berbicara jauh-jauh sampai ke WHO. Sebab, dapat kita rasakan dan lihat bersama, bahwa pergerakan pemerintah dalam menanggapi wabah pandemi ini bisa dikatakan belum maksimal, sampai Presiden Joko Widodo pun benar-benar kecewa akan kinerja para anggota kabinetnya. Bahkan, Jokowi tidak akan segan-segan melakukan reshuffle apabila kedepannya para anggota kabinetnya masih belum maksimal dan terkesan seolah tak peduli dalam menangani masa pandemi ini. Karena dana yang dikeluarkan pemerintah untuk mempercepat masa pandemi ini agar berakhir bisa di bilang tidak sedikit. Namun, dana tersebut dikabarkan belum dikerahkan dan dialokasikan sepenuhnya. Bahkan, masih menumpuk bertriliun rupiah di bank. Lantas, hal tersebut pula yang membuat orang nomor satu di Indonesia tersebut geram.

Terlepas dari berbagai perdebatan serta kontroversi yang beredar di media sosial tentang virus korona yang dapat menyebar lewat udara, entah informasi dari mana yang dapat kita percaya. Untuk saat ini, lebih utama kita bergantung kepada diri kita sendiri dan diharapkan lebih fokus terhadap diri sendiri. Bila harus menunggu perdebatan panjang tentang kontroversi virus korona ini menemui titik terang, akan jauh lebih baik agar kita meningkatkan kesadaran diri kita sendiri untuk selalu menjaga kesehatan diri dan orang orang terdekat yang kita cintai. Mengenai kontroversi yang belum jelas akan kebenarannya ini, apa yang benar dan salah lebih baik dipatuhi saja protokol kesehatan, lagi pula itu demi kebaikan diri kita sendiri. 

Tidak lupa untuk selalu menggunakan masker bila berpergian ke luar rumah. Dan lebih baik lagi jika ke luar rumah hanya untuk urusan yang penting, tak lupa untuk selalu menjaga jarak, dan selalu menjaga kebersihan, mengingat kasus penyebaran virus korona di Indonesia ini makin meningkat setiap harinya, bahkan dikabarkan sudah melampaui Tiongkok atas kasus positif covid-19, kemudian telah mencapai jumlah tertinggi per harinya atas kasus kematian di Indonesia ini. Sebab, mungkin frasa 'New Normal' yang dilontarkan pemerintah ini mengakibatkan salah kaprah pada mindset masyarakat karena pada realitanya, kurva kasus korona di Indonesia ini bukan menurun dan justru sebaliknya. Di samping itu, masih banyak masyarakat yang belum teredukasi sehingga banyak pelanggaran atas protokol kesehatan yang sudah diberitakan.

Diimbau agar kita selalu menjaga kesehatan dan senantiasa mengingatkan kepada orang-orang terdekat kita akan bahayanya virus korona ini. Selagi hal tersebut baik, mengapa tidak? Stay safe and stay health.


Penulis:

Muhammad Syarif Kusumojati

Baca Juga

COMMENTS

Nama

4 pilar,9,Abdul Kadir Karding,1,Agama Islam,26,Agung Burhanuddin,1,Ahmad Riza Patria,2,Ahmad Sahroni,1,Amerika Serikat,1,Andre Rosiade,1,Anies Baswedan,3,Aplikasi,4,Arteria Dahlan,1,ASN,1,Azis Syamsuddin,5,Baleg,2,Bambang Soesatyo,1,Bandara Soeta,1,Banjir,1,Barrack Obama,2,Berita,203,Berita Utama,78,Bisnis,1,BLT,1,BMKG,1,Bob Andika,1,Buah,1,Budaya Nusantara,1,Buku,1,BUMN,1,Cirebon,1,Dalam Negeri,160,Dana Bansos Tunai,1,Demokrat,1,DPR RI,22,Dwi Ulung,4,Edhy Prabowo,1,Ediyanto,1,Ekonomi,2,Fadli Zon,9,Formula 1,1,Franco Morbidelli,1,Game,2,Gerindra,2,Gubernur DKI Jakarta,2,Guru Honorer,1,Habib Rizieq Shihab,10,Hana Gayatri,1,Handphone,4,Hetifah Sjaifudian,1,Hiburan,9,Himmatul Aliyah,4,Hobi,3,Ida Fauziyah,1,Ikan hias,2,Illiza Sa’aduddin Djamal,1,Info Seminar,1,Internasional,1,Israel,1,Jaksa Agung,1,Jepang,2,Joko Widodo,5,Kesehatan,8,Keuangan,1,Kisah Inspiratif,9,KKP,1,Kofifah Indar Parawansa,1,Komisi V,5,Komisi VI,2,Komisi X,2,Kriminal,2,Library,1,Liga Inggris,1,Luar Negeri,14,Marwan Jafar,1,Mendikbud,3,Menko PMK,1,Menteri Keuangan,1,Mobil Listrik,1,Moeldoko,1,MotoGP,6,MPR RI,3,Muhadjir Effendy,1,Nadiem Anwar Makarin,2,Nikita Mirzani,1,Nissan,1,Novita Wijayanti,14,Olahraga,18,Otomotif,2,Palestina,1,Pam Swakarsa,2,Pandemi Covid 19,26,Pariwisata,2,Pemkot,1,Pemprov DKI,1,Pendidikan,1,Periwisata,1,PKS,1,Politik,116,Polri,1,PPP,1,PS5,1,Puan Maharani,1,Rachmat Gobel,1,Ragam,38,Rilis,1,Rizal Ramli,1,Romo Muhammad Syafi'i,1,Sandiaga Uno,2,Sastra,6,SBY,1,Sedekah,1,Selebritis,1,Sepakbola,5,Sri Mulyani,2,Sriwijaya Air SJ 182,2,Sufmi Dasco,1,Suryadi Jaya Purnama,1,Susilo Bambang Yudhoyono,1,Syarif Abdullah Al Kadrie,1,Teknologi,12,Terbaru,16,Travel,1,Tri Rismaharini,2,Twitter,1,UMKM,3,UU Cipta Kerja,1,Vaksin,2,Viral,4,WHO,1,
ltr
item
Sapa Nusantara: Kontroversi Sabda WHO dan Para Penafsirnya
Kontroversi Sabda WHO dan Para Penafsirnya
https://1.bp.blogspot.com/-Ph0vVlqFj7A/X82gEYU1dWI/AAAAAAAAApc/zUJXEAIGzOsOyjaiz-vR9TDRJ9P3F-1eQCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20201207-WA0000.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Ph0vVlqFj7A/X82gEYU1dWI/AAAAAAAAApc/zUJXEAIGzOsOyjaiz-vR9TDRJ9P3F-1eQCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20201207-WA0000.jpg
Sapa Nusantara
https://www.sapanusantara.com/2020/12/kontroversi-sabda-who-dan-para.html
https://www.sapanusantara.com/
https://www.sapanusantara.com/
https://www.sapanusantara.com/2020/12/kontroversi-sabda-who-dan-para.html
true
6502024140971305139
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content