Masih Berani Mager (Malas Gerak) Setelah Baca Ini? Nyawa Taruhannya !!

Jika Anda membaca ini sambil bersantai atau berbaring, coba ingat-ingat kapan terakhir kali Anda berolahraga. Jika Anda kesulitan mengingat hal ini, mungkin Anda menjalani gaya hidup yang tidak banyak bergerak atau yang juga sering disebut dengan gerakan malas (mager).

lazy
image source: freepik.com

Apa sebenarnya yang membuat seseorang malas untuk beraktivitas dan apakah ada dampaknya bagi kesehatan?

Apakah Anda termasuk dalam kriteria gerakan malas?

Kebiasaan malas bergerak atau disebut juga dengan sedentary lifestyle merupakan pola perilaku manusia yang kurang melakukan aktivitas atau gerakan fisik.

Jika Anda menghabiskan setidaknya 6 jam duduk dalam sehari, Anda dapat mengatakan bahwa Anda memiliki gaya hidup yang tidak banyak bergerak (sedentary).

Organisasi 10.000 Langkah Australia juga mengklaim bahwa orang yang berjalan kurang dari 5.000 langkah sehari tidak banyak bergerak.

Agar tergolong aktif, Anda perlu membiasakan diri berjalan kaki setidaknya 7.500 langkah sehari.

Malas adalah kebiasaan yang perlu diubah. Anda tidak akan benar-benar merasakan bahaya duduk terlalu lama.

Dampak dari gerakan malas akan mulai terasa bertahun-tahun setelah Anda terbiasa menjalani rutinitas ini.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gaya hidup sedentary adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia.

Angka kematian akibat kebiasaan malas bahkan dua kali lipat dari kematian akibat obesitas.

Jika gaya hidup tidak aktif diikuti dengan pola makan yang tidak seimbang dan kebiasaan tidak sehat seperti merokok atau minum alkohol, Anda juga berisiko mengalami masalah kesehatan lebih lanjut.

Baca Juga  Cara Pengobatan Tradisional Nusantara Yang Perlu Kalian Ketahui !!

Apa yang membuat seseorang malas bergerak?

Gaya hidup yang tidak banyak bergerak diyakini sebagai hasil dari kombinasi banyak faktor.

Beberapa faktor lingkungan yang berperan antara lain kemacetan lalu lintas, polusi udara, dan kurangnya jalur pejalan kaki, fasilitas olahraga, dan taman rekreasi.

Selain itu, peningkatan waktu menonton TV, penggunaan smartphone dan kemudahan mengakses banyak hal melalui ponsel juga berperan.

Ambil contoh, Anda mungkin pernah menggunakan layanan pembelian barang, makanan, atau layanan online.

Semua yang Anda butuhkan kini bisa diantar langsung ke rumah Anda. Tidak seperti dulu, ketika orang harus keluar rumah untuk melakukan hal-hal ini.

Akibatnya, semakin banyak orang sekarang kurang mobile.

Gangguan kesehatan akibat malas bergerak

Duduk seharian dan tidak bergerak berdampak langsung pada kesehatan.

Berikut berbagai masalah kesehatan dan penyakit yang bisa muncul akibat malas bergerak.

1. Resistensi insulin
Menghabiskan sebagian besar waktu Anda untuk duduk dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, yaitu suatu kondisi di mana sel-sel tubuh tidak lagi merespons insulin dengan baik. Gula darah Anda juga terus meningkat, sehingga Anda lebih rentan terkena diabetes tipe 2.

2. Penurunan fungsi otak
Olahraga dapat merangsang aliran darah beroksigen ke otak dan memperbaiki sel dan jaringan otak yang rusak.

Tanpa aktivitas fisik yang cukup, fungsi otak dapat menurun dan risiko pikun dapat meningkat.

3. Risiko stroke dan serangan jantung
Gerakan malas membantu meningkatkan akumulasi lemak di arteri. Jika arteri yang membawa darah ke otak tersumbat, Anda bisa terkena stroke.

Sedangkan jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah jantung, hal ini bisa memicu serangan jantung.

4. Risiko osteoporosis
Tubuh manusia telah dirancang sedemikian rupa sehingga aktif bergerak untuk bertahan hidup.

Baca Juga  Belum Dikaruniai Anak? Bisa Jadi Karena Rokok, Kok Bisa??

Gaya hidup yang tidak banyak bergerak sebenarnya dapat menyebabkan Anda kehilangan massa otot dan kepadatan tulang. Akibatnya, risiko osteoporosis meningkat.

Tips Menghilangkan Kebiasaan Malas Bergerak (Mager)

Anda dapat mengurangi risiko penyakit terkait ketidakaktifan dengan meningkatkan aktivitas fisik harian Anda. Berikut adalah beberapa tips sederhana untuk Anda mulai.

Carilah meja berdiri atau meja yang cukup tinggi sehingga Anda bisa bekerja sambil berdiri jika Anda sudah terlalu lama duduk di kursi.
Sambil mencari ide atau inspirasi di tempat kerja, Anda bisa berjalan-jalan di sekitar gedung kantor atau di sekitar meja Anda selama beberapa menit.
Jika Anda menggunakan transportasi umum seperti kereta api atau bus, usahakan untuk berdiri daripada duduk.
Parkir atau turun angkutan umum di halte yang jaraknya lebih jauh dari biasanya, lalu jalan kaki ke kantor.
Alih-alih memesan barang dari toko online, carilah apa yang Anda cari di mal.
Luangkan waktu untuk berlatih selama satu jam setiap hari, di pagi hari atau setelah bekerja.
Cobalah menyapu, mengepel lantai, atau sesekali mencuci pakaian dengan tangan.
Meski terdengar sepele, kebiasaan malas bergerak ternyata berdampak besar bagi kesehatan. Meski belum terlambat, mulai sekarang mulailah hal-hal kecil yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan aktivitas fisik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *