Angin Puting Beliung Terjang Desa Tanjung Kelit, Puluhan Rumah Warga Rusak

Redaksi - Lingga

LINGGA (SN) – Musibah angin puting beliung melanda Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Angin berkekuatan tinggi tersebut menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 87 rumah warga terdampak akibat terjangan puting beliung. Kerusakan yang terjadi meliputi kategori ringan, sedang, hingga berat.

Meski menimbulkan kerugian material yang cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini, warga yang rumahnya mengalami kerusakan terpaksa mengungsi sementara dan tinggal di rumah sanak saudara maupun kerabat yang berada di desa setempat.

Ketua LSM Gagak Hitam Kabupaten Lingga, Ribut S., meminta pemerintah segera memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana tersebut.

"Kami berharap pemerintah dapat segera turun tangan dan memberikan pertolongan kepada warga yang terkena dampak angin puting beliung ini," ujarnya kepada media, Sabtu (13/6/2026).

Sementara itu, pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Lingga mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lingga. Selanjutnya, BPBD akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terkait penanganan bencana tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Lingga dan akan menyampaikan persoalan musibah ini kepada Pemerintah Provinsi Kepri," kata sumber di Disperkim.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu kendala dalam penanganan bantuan bagi korban bencana apabila hanya mengandalkan APBD Kabupaten Lingga.

"Kalau ditangani sepenuhnya menggunakan APBD Lingga, tentu tidak semua kebutuhan bisa dibantu karena kondisi keuangan daerah saat ini cukup terbatas," ujarnya.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bakung Serumpun juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait. Berdasarkan laporan awal, jumlah rumah yang terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 80 unit. Hingga kini, pemerintah setempat masih melakukan inventarisasi untuk menghitung total kerugian material yang dialami warga.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat segera menyalurkan bantuan dan melakukan langkah-langkah penanganan guna meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam tersebut.(man)