Bupati Karimun Canangkan Pulau Tulang Jadi Kawasan Wisata Sejarah dan Peradaban Melayu

Redaksi - Kabupaten Karimun

Selat Gelam (SN) – Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, memaparkan visi besar pembangunan Pulau Tulang sebagai kawasan wisata berbasis sejarah dan peradaban Melayu saat menghadiri Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-IV Kecamatan Selat Gelam yang digelar pada akhir Mei 2026.

Di hadapan masyarakat Pulau Tulang, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya dan nilai-nilai agama yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Karimun. Menurutnya, MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat jati diri masyarakat Melayu yang selama ini lekat dengan nilai-nilai Islam.

"Kita tidak menghalangi modernisasi. Kita harus maju dan berkembang, tetapi jangan sampai identitas kita hilang. Jangan sampai Melayu hilang di bumi sendiri," tegas Iskandarsyah, (11/06/2026) . 

Ia menekankan bahwa masyarakat Karimun merupakan bagian dari peradaban Melayu yang besar, yang memiliki adat dan adab sebagai penguat kehidupan bermasyarakat. Semangat menjaga marwah Melayu, sebagaimana diwariskan tokoh legendaris Hang Tuah, menurutnya harus terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda.

Komitmen tersebut, lanjutnya, tercermin dari keberhasilan Kabupaten Karimun mempertahankan bahasa ibu yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui penghargaan dari Menteri Kebudayaan.

"Ini menunjukkan bahwa Karimun tetap konsisten menjaga bahasa dan budaya Melayu sebagai warisan yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Iskandarsyah juga memaparkan rencana pengembangan Pulau Tulang sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata Kabupaten Karimun. Menurutnya, pulau tersebut memiliki keunggulan tidak hanya dari sisi wisata alam, tetapi juga menyimpan jejak sejarah dan peradaban Melayu yang kuat.

"Pulau Tulang merupakan bagian dari peradaban Melayu yang memiliki potensi sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Karimun," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan Pulau Tulang telah masuk dalam kajian pembangunan jangka panjang pemerintah daerah. Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian dan edukasi budaya Melayu bagi generasi muda, khususnya para pelajar.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, pembangunan pelabuhan di Pulau Tulang direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2027. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk membuka akses menuju kawasan itu yang selama ini terkendala kondisi pasang surut air laut.

"Selama ini masyarakat maupun pengunjung cukup kesulitan ketika hendak berlabuh saat air surut. Karena itu, Insya Allah pada tahun 2027 kita siapkan pelabuhan yang representatif agar akses menuju Pulau Tulang semakin mudah," jelasnya.

Bupati optimistis pengembangan Pulau Tulang akan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Kecamatan Selat Gelam. Selain itu, program tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Karimun sebagai daerah yang mampu memadukan pembangunan, pelestarian budaya, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

"Daerah yang maju bukanlah daerah yang melupakan sejarah dan budayanya. Kita ingin membangun masa depan tanpa meninggalkan jati diri. Karena itulah pembangunan Pulau Tulang harus menjadi bagian dari upaya menjaga dan menghidupkan kembali kebanggaan terhadap peradaban Melayu," tutupnya.

Selain menjadi ajang pencarian qari dan qariah terbaik, MTQ Ke-IV Kecamatan Selat Gelam juga menjadi sarana mempererat silaturahmi masyarakat serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai Islam dan budaya Melayu yang menjunjung tinggi adat dan adab dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Karimun. (sam)