Dampak Isu Global, Harga Emas di Bangkinang Turun Signifikan

Redaksi - Kampar

BANGKINANG (SN) – Harga emas di Mall Off Bangkinang mengalami penurunan cukup tajam dalam sepekan terakhir. Penurunan ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha emas di kawasan tersebut.

Pemilik Toko Emas Sumatera, Iwan, yang berlokasi di Blok B Mall Off Bangkinang, mengatakan penurunan harga mulai terjadi sejak Rabu lalu dan semakin signifikan hingga Jumat sore.

“Sebelumnya harga emas masih bertahan di kisaran Rp7.200.000. Namun sejak pertengahan pekan, harga mulai melemah dan turun cukup tidak biasa,” ujar Iwan, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, dalam kondisi normal penurunan harga emas biasanya hanya berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000. Namun kali ini penurunannya mencapai Rp109.000, bahkan secara akumulatif turun sekitar Rp500.000 hingga Rp700.000.

Saat ini, harga emas berada di kisaran Rp6.000.000 hingga Rp6.400.000, jauh di bawah harga tertingginya yang sempat menyentuh Rp7.200.000 beberapa waktu lalu.

Terkait minat masyarakat, Iwan menyebutkan bahwa ketika harga emas berada di level tinggi, banyak konsumen memilih untuk menjual. Sebaliknya, saat harga turun seperti sekarang, masyarakat justru cenderung menahan diri.

“Konsumen masih bimbang. Kalau beli sekarang, mereka khawatir harga akan turun lagi,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat aktivitas jual beli emas di tokonya terpantau masih lesu. Baik pembeli maupun penjual memilih menunggu perkembangan harga selanjutnya.

Menurut Iwan, penurunan harga emas ini dipengaruhi oleh situasi global, khususnya isu internasional yang berdampak pada harga emas dunia. Salah satunya terkait kebijakan Amerika Serikat yang menarik kapal induknya serta meredanya ketegangan dengan Iran.

“Berita luar negeri sangat berpengaruh terhadap harga emas internasional, dan dampaknya juga dirasakan hingga ke daerah,” katanya.

Sebagai pelaku usaha, Iwan berharap harga emas dapat kembali stabil agar aktivitas jual beli dan perputaran modal berjalan normal. Ia menilai harga emas yang ideal berada di kisaran Rp6.500.000.

“Kalau sudah naik sampai Rp7.500.000, biasanya masyarakat mulai berpikir dua kali untuk bertransaksi,” pungkasnya. (Ilh)