Forum Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Protes di Kantor Pemkab Siak, Soroti Kepemimpinan Bupati
Redaksi - Nusantara
Kamis, 05 Feb 2026 18:52 WIB
SIAK (SN) — Forum Pemuda dan Mahasiswa (F-PemapHu) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kabupaten Siak, Selasa (hari ini), sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Bupati Siak yang dinilai mengecewakan dan tidak berpihak pada kepentingan rakyat, Kamis (5/01/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan kritik melalui orasi dan membentangkan sejumlah spanduk. Mereka menilai Bupati Siak telah kehilangan legitimasi moral di mata masyarakat karena dianggap lebih mengutamakan kepentingan keluarga serta kelompok terdekat, dibanding kebutuhan rakyat secara luas.
Koordinator aksi dalam orasinya menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan sekadar janji dan retorika politik.
“Rakyat tidak butuh retorika, rakyat butuh tindakan nyata. Pemerintahan yang efektif bukan yang pandai berbicara, tetapi yang benar-benar bekerja untuk kesejahteraan rakyat banyak, bukan untuk kelompok tertentu,” ujarnya.
Sampaikan Tuntutan Tegas
Dalam aksi tersebut, F-PemapHu menyampaikan sejumlah tuntutan yang mereka sebut tidak dapat ditawar. Di antaranya, mendesak pemerintah daerah untuk menghentikan praktik kebijakan yang diduga menguntungkan kroni dan keluarga, serta membuka seluruh data kebijakan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Selain itu, massa meminta kepala daerah berhenti mengatasnamakan rakyat apabila kebijakan yang dihasilkan tidak mencerminkan kebutuhan masyarakat luas. Mereka juga menuntut dibukanya ruang dialog publik yang sesungguhnya, bukan sekadar konferensi pers atau pernyataan media, tetapi forum diskusi yang melibatkan masyarakat terdampak kebijakan.
F-PemapHu turut mendesak adanya reformasi dalam proses pengambilan keputusan pemerintahan agar lebih akuntabel, transparan, dan berpihak kepada rakyat kecil.
Aksi Berlangsung Tertib
Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung tertib di bawah pengawasan aparat keamanan. Massa aksi menegaskan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk melakukan tindakan anarkis, melainkan ingin menyampaikan aspirasi secara tegas dan terbuka.
“Kami datang bukan untuk hura-hura politik. Kami hadir mewakili suara rakyat yang lelah dengan janji yang tidak ditepati dan kepentingan yang diselewengkan,” tutup pernyataan F-PemapHu.(ilh)