Plt Sekretaris DPMPTSP Kampar Bungkam dan Tinggalkan Wartawan Usai RDP, DPRD Soroti Rendahnya PAD
Redaksi - Kampar
Senin, 15 Jun 2026 16:29 WIB
BANGKINANG (SN) – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPRD Kabupaten Kampar dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kampar, Senin (15/6/2026), menyoroti rendahnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026.
RDP yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kampar, M. Rizal Rambe, tersebut juga diwarnai absennya Kepala DPMPTSP Kampar, Repizal. Dalam rapat itu, Repizal hanya diwakili oleh Penata Perizinan Ahli Muda yang juga menjabat sebagai Plt Sekretaris DPMPTSP Kampar, Faisal.
Tak hanya kepala dinas yang tidak hadir, pihak DPMPTSP juga datang terlambat. Rapat yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB baru dapat berlangsung menjelang pukul 12.00 WIB setelah menunggu kehadiran perwakilan DPMPTSP.
Dalam pembahasan terungkap target PAD DPMPTSP Kampar tahun 2026 sebesar Rp6 miliar dengan realisasi hingga triwulan II baru mencapai 22,31 persen. Capaian tersebut menjadi perhatian serius Komisi III DPRD Kampar yang meminta DPMPTSP bekerja lebih maksimal menggali potensi pendapatan daerah.
Ketua Komisi III DPRD Kampar, M. Rizal Rambe, menjelaskan bahwa target PAD DPMPTSP sebenarnya sebesar Rp6 miliar, bukan Rp8 miliar sebagaimana sempat beredar dalam sejumlah pemberitaan sebelumnya.
"Terjadi miskomunikasi terkait pemberitaan sebelumnya. Target PAD DPMPTSP tahun 2026 sebesar Rp6 miliar, bukan Rp8 miliar," ujarnya.
Menurut Rambe, pada triwulan pertama target realisasi PAD sebesar 15 persen belum tercapai. Namun berdasarkan pemaparan DPMPTSP, target tersebut diyakini dapat dikejar pada triwulan kedua.
Selain itu, DPRD juga menerima penjelasan terkait perubahan regulasi pemerintah pusat yang berdampak pada berkurangnya sumber PAD daerah, salah satunya retribusi izin pembangunan rumah subsidi atau KPR 36 yang kini tidak lagi dapat dipungut.
Meski demikian, Komisi III tetap meminta DPMPTSP lebih agresif mencari sumber pendapatan lain agar target PAD tidak meleset hingga akhir tahun.
Usai rapat, sikap Plt Sekretaris DPMPTSP Kampar, Faisal, menjadi sorotan. Saat sejumlah wartawan berupaya meminta klarifikasi mengenai ketidakhadiran Kepala DPMPTSP dalam forum penting tersebut, Faisal memilih menghindari pertanyaan dan segera meninggalkan lokasi.
"Saya tidak jawab dulu, nanti sama Pak Kadis saja," kata Faisal singkat sambil berjalan meninggalkan wartawan.
Sikap bungkam Faisal memunculkan tanda tanya, mengingat dirinya merupakan pejabat yang mewakili DPMPTSP dalam RDP bersama DPRD. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Kepala DPMPTSP Kampar terkait alasan ketidakhadirannya dalam rapat evaluasi PAD tersebut.(ilh)