Sungai Subayang Terancam PETI, HIPPEMARKI Serukan Penanganan Serius dan Solusi Ekonomi Hijau

Redaksi - Kampar

KAMPAR KIRI, RIAU (SN) — Kondisi Sungai Subayang, yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu, kini berada dalam situasi mengkhawatirkan. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga marak di wilayah hulu sungai memicu kekhawatiran akan kerusakan ekosistem yang berpotensi permanen.

Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kampar Kiri (HIPPEMARKI), Dedi Irawan, menyampaikan peringatan serius terkait ancaman tersebut. Ia menuturkan, air Sungai Subayang yang selama ini dikenal jernih kini kerap mengalami kekeruhan, yang tidak hanya merusak keindahan, tetapi juga mengancam kelangsungan biota sungai.

“Kita berada di ambang krisis jika PETI terus dibiarkan. Kearifan lokal seperti tradisi Lubuk Larangan yang tersebar di sepanjang sungai juga terancam hilang,” ujar Dedi, Selasa (21/04/2026).

Dukung Langkah Koordinasi Aparat

Dedi turut mengapresiasi langkah cepat Kapolsek Kampar Kiri yang menginisiasi pertemuan koordinasi bersama unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Pertemuan tersebut melibatkan Camat Kampar Kiri, Camat Kampar Kiri Hulu, kepala desa, BPD, hingga ninik mamak.

Menurutnya, langkah ini penting sebagai upaya menyatukan komitmen dalam menghentikan praktik penambangan ilegal. Namun demikian, ia menilai penanganan di tingkat sektor belum cukup untuk menyelesaikan persoalan yang semakin kompleks.

Ia pun mendesak Kapolda Riau agar turun tangan langsung guna memastikan penegakan hukum berjalan maksimal dan berkelanjutan.

Dorong Solusi Berbasis Ekonomi Hijau

Selain penindakan hukum, Dedi menekankan perlunya pendekatan jangka panjang yang tetap memperhatikan aspek ekonomi masyarakat. Ia mendorong penerapan konsep ekonomi hijau sebagai solusi alternatif.

“Kami berharap ada program pemberdayaan seperti adopsi pohon atau pemanfaatan dana karbon. Ini penting agar masyarakat memiliki sumber penghasilan yang tidak merusak lingkungan,” jelasnya.

Ia menilai pendekatan tersebut sejalan dengan semangat pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung upaya menjaga kelestarian Sungai Subayang.

Dedi menegaskan, penyelamatan Sungai Subayang merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga warisan alam dan budaya bagi generasi mendatang.

“Menjaga Sungai Subayang adalah bagian dari menjaga marwah daerah kita,” tutupnya.***