Doa Bersama di Pasar Modern Pasir Pengaraian, Bupati Rohul Harap 'Kebuntuan' Investasi Terbuka
Redaksi - Rokan Hulu
Sabtu, 18 Apr 2026 07:21 WIB
ROKAN HULU (SN) – Suasana berbeda tampak di halaman Pasar Modern Pasir Pengaraian pada Jumat (17/4/2026). Di tengah aktivitas ekonomi yang biasa berlangsung, lantunan doa menggema dalam kegiatan syukuran dan doa bersama yang digelar Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.
Bupati Rokan Hulu, H. Anton, ST, MM, hadir langsung bersama masyarakat dan jajaran pejabat daerah. Kegiatan ini menjadi simbol ikhtiar spiritual setelah berbagai upaya teknis untuk menghidupkan kembali pasar modern tersebut belum membuahkan hasil.
Dalam sambutannya, Bupati Anton mengungkapkan bahwa pemerintah daerah bersama Perumda Rokan Hulu Jaya (RHJ) telah berulang kali mencoba menjalin kerja sama dengan investor. Namun, berbagai upaya tersebut masih menemui jalan buntu.
“Saya bersama direktur sudah berkali-kali mencoba negosiasi dengan pengusaha dan membawa calon investor, namun hasilnya selalu mentok,” ujarnya.
Ia menilai, kondisi tersebut menjadi bahan introspeksi bagi pemerintah daerah. Menurutnya, selain usaha nyata, diperlukan juga pendekatan spiritual untuk membuka jalan keluar.
“Mungkin ada kekhilafan atau kesalahan yang tidak kita sadari. Karena itu, kita kembali bersyukur dan memohon kepada Allah SWT agar segala hambatan bisa terbuka,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini, Pj Sekda Drs. H. Yusmar, M.Si, Ketua Baznas Ustadz Baihaqi, Rektor Rokania Desmelati, serta unsur TNI/Polri, jajaran Perumda RHJ, dan masyarakat.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah melalui optimalisasi pasar modern.
Usai doa bersama, acara dilanjutkan dengan makan bersama yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat.
Direktur Perumda RHJ, Imran Tambusai, dalam kesempatan itu juga memaparkan rencana pengembangan usaha BUMD. Selain fokus pada pasar modern, RHJ mulai merambah sektor lain seperti Batik Rohul, jasa sepeda motor, dan program Rohul Pangan Mandiri.
“Program pangan ini bertujuan menekan inflasi dan memutus rantai monopoli harga. Kami berencana menggelar pasar murah setiap minggu di desa dan kecamatan,” jelas Imran.
Meski menghadapi tantangan dalam pengelolaan pasar modern, Imran menyebut kinerja keuangan Perumda RHJ menunjukkan hasil positif dalam satu tahun terakhir.
Ia berharap Pasar Modern Pasir Pengaraian ke depan tidak hanya menjadi ikon fisik, tetapi juga pusat perdagangan yang aktif dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Melalui doa dan kebersamaan yang terbangun, masyarakat kini menaruh harapan baru agar pasar modern tersebut kembali hidup dan menjadi penggerak ekonomi daerah.(FAN)