Puluhan Sapi Warga di Desa Kualu Kampar Mati Mendadak, Peternak Rugi Ratusan Juta
Redaksi - Kampar
Rabu, 25 Feb 2026 15:05 WIB
BANGKINANG (SN) – Puluhan ekor sapi milik warga Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, dilaporkan mati secara mendadak. Peristiwa yang terjadi sebelum bulan Ramadan ini membuat para peternak resah, lantaran kematian ternak terjadi dalam waktu berdekatan tanpa tanda-tanda yang jelas sebelumnya.
Kepala Desa Kualu, Darmawan, mengatakan sedikitnya 20 ekor sapi milik warga mati mendadak. Akibat kejadian tersebut, para peternak mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Ada sekitar 20 ekor sapi yang mati mendadak. Kejadiannya sebelum bulan Ramadan. Kami dari pihak desa sudah melaporkan hal ini ke Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan,” ujar Darmawan, Rabu (25/2/2026).
Dijelaskannya, sebelum mati, sapi-sapi tersebut menunjukkan gejala tidak biasa, seperti kehilangan nafsu makan dan mengeluarkan lendir dari mulut. Beberapa ekor sempat mendapatkan penanganan medis berupa suntikan dari petugas, namun tetap tidak dapat diselamatkan.
“Awalnya sapi tidak mau makan, lalu mulutnya mengeluarkan lendir. Sudah sempat disuntik beberapa kali, tetapi tetap mati,” jelasnya.
Pemerintah desa berharap dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian ternak tersebut, apakah disebabkan oleh penyakit menular, keracunan pakan, atau faktor lainnya. Peternak juga diimbau untuk meningkatkan kebersihan kandang, memperhatikan kualitas pakan, serta segera melaporkan jika menemukan gejala serupa pada ternak lainnya.
“Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memberikan solusi, termasuk kemungkinan bantuan bagi peternak yang terdampak, agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup Darmawan.
Salah seorang peternak, Sutrisno, menduga kematian ternak disebabkan oleh serangan penyakit yang menyebar cepat di lingkungan kandang. Ia mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat peristiwa tersebut.
“Kami rugi ratusan juta rupiah karena banyak ternak mati mendadak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan peternak lainnya, Isap. Selain kehilangan aset ternak, ia juga khawatir jumlah kematian akan terus bertambah jika tidak segera ditangani secara serius.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, Marahalim, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Azrianto, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait laporan tersebut.
Ia mengakui keterbatasan jumlah petugas di lapangan menjadi salah satu kendala dalam percepatan penanganan.
“Kami memang masih kekurangan petugas. Namun informasi ini akan segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya.(ilh)