Universitas Pahlawan Buka Suara Soal Penutupan Jalan, Kebun Raya Fun Track Dukung Gaya Hidup Sehat dan UMKM

Redaksi - Kampar

KAMPAR (SN) – Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai menyampaikan hak jawab atas pemberitaan mengenai penutupan Jalan Datuk Seribu Garang yang sempat menuai protes dari sebagian masyarakat. Pihak universitas menjelaskan bahwa penutupan jalan dilakukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Kebun Raya Fun Track, yang menjadi agenda rutin setiap hari Sabtu.

Kepala Bagian Humas Universitas Pahlawan, Ami Triani, B.A., mengatakan Kebun Raya Fun Track merupakan program olahraga yang dipadukan dengan edukasi lingkungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap Sabtu, pukul 07.00–09.00 WIB, di kawasan Kebun Raya Universitas Pahlawan.

"Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Kebun Raya Universitas Pahlawan kepada masyarakat sekaligus mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mendukung pemberdayaan pelaku UMKM lokal," ujar Ami Triani kepada awak media, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan meliputi Morning Exercise (senam pagi), Nature Trek, Connect With Friends, UMKM Corner yang menghadirkan berbagai stan kuliner, serta kegiatan menjelajahi kawasan Kebun Raya sebagai sarana edukasi konservasi lingkungan.

Terkait penutupan Jalan Datuk Seribu Garang, Ami menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan telah melalui koordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polres Kampar dan instansi terkait. Selain itu, pemberitahuan juga telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kampar.

"Kalau tidak ada izin dan koordinasi dengan pihak lalu lintas, tentu kegiatan seperti ini tidak mungkin dilaksanakan. Semua sudah terorganisasi dengan baik," katanya.

Menurut Ami, Kebun Raya Fun Track akan menjadi agenda rutin setiap Sabtu sebagai upaya memperkenalkan Kebun Raya Universitas Pahlawan kepada masyarakat luas. Selain berolahraga, peserta juga diajak menyusuri jalur trekking di kawasan kebun raya sebagai bagian dari edukasi mengenai konservasi lingkungan.

Ia menambahkan, kawasan Kebun Raya Universitas Pahlawan telah mendapatkan pendampingan dari BRIN dan secara bertahap akan dibuka lebih luas sebagai ruang publik, pusat edukasi, penelitian, dan konservasi. Karena itu, berbagai kegiatan pengenalan terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami fungsi dan potensi kawasan tersebut.

Sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat, panitia juga menyediakan UMKM Corner bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin memasarkan produknya selama kegiatan berlangsung. Masyarakat yang berminat membuka stan dipersilakan berkoordinasi dengan panitia untuk pengaturan lokasi.

Untuk menjamin keamanan dan keselamatan peserta, panitia turut menyiapkan tim medis beserta ambulans sebagai langkah antisipasi apabila terjadi keadaan darurat selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, peserta yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti gangguan jantung atau asma, diimbau menyesuaikan kondisi fisiknya sebelum mengikuti jalur trekking.

Menanggapi kritik masyarakat terkait penutupan jalan dan penyampaian informasi kepada warga, Universitas Pahlawan mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi, terutama dalam aspek sosialisasi.

"Kami berterima kasih atas masukan dari masyarakat. Ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan informasi yang kami sampaikan lebih lengkap dan pelaksanaan kegiatan semakin tertib serta tidak menimbulkan kesalahpahaman," tutur Ami.

Universitas Pahlawan menegaskan bahwa penyelenggaraan Kebun Raya Fun Track tidak hanya diperuntukkan bagi civitas akademika, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum. Melalui program tersebut, universitas berharap Kebun Raya Universitas Pahlawan dapat menjadi ruang bersama untuk berolahraga, belajar mengenai konservasi lingkungan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan para pelaku UMKM.(ilh)