Pelatihan Sabun Cuci Piring dan Minyak Sawit, Dorong Lahirnya Wirausaha Baru di Kampar
Redaksi - Kampar
Kamis, 23 Apr 2026 19:14 WIB
Kampar (SN) – Dalam rangka memperingati Hari Kartini sekaligus meningkatkan kapasitas perempuan, Organisasi Pusdatin Puanri Kampar menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring dan minyak kelapa sawit. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Politeknik Kampar, Kamis (23/4/2026).
Pelatihan tersebut diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kampar. Acara dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Pusdatin Puanri Kampar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pusdatin Puanri Provinsi Riau Dra. Hj. Septina Rusli Zainal, Ketua TP-PKK Kampar Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, Ketua Panitia Zumrotun, S.Sos., M.M., Direktur Politeknik Kampar Dr. Ir. Nina Veronika, S.T., M.Sc., Kepala Dinas DPPKBP3A Kampar Edi Afrizal, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kampar Edwar, serta para camat dan lurah se-Kabupaten Kampar.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam menciptakan wirausaha baru di tingkat desa dan kecamatan.
“Pelatihan seperti ini, jika dilakukan secara rutin dan terarah, dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan pelaku usaha baru yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah serta membuka lapangan kerja di wilayah masing-masing.
Selain praktik pembuatan sabun cuci piring dan minyak kelapa sawit, peserta juga dibekali berbagai materi pendukung. Di antaranya standar kualitas dan keamanan produk, teknik pengemasan, strategi pemasaran, manajemen usaha mikro, pencatatan keuangan sederhana, serta pentingnya membangun merek agar produk mampu bersaing di pasar.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kampar dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pusdatin Puanri Provinsi Riau Dra. Hj. Septina Rusli Zainal menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian masyarakat, khususnya perempuan.
“Kami berharap para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengolah bahan lokal menjadi produk berkualitas yang memiliki nilai jual,” tutupnya.(adv)