Warga dan Pemuda Sungai Jalau Gelar Aksi di Kantor DLHK Riau, Protes Dampak Galian C PT KKU

Redaksi - Kampar

Pekanbaru (SN) – Puluhan masyarakat bersama pemuda Desa Sungai Jalau Kecamatan Kampar Utara menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Selasa (10/3/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap aktivitas galian C milik PT KKU yang dinilai telah meresahkan warga.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah dampak yang mereka rasakan sejak beroperasinya aktivitas galian C perusahaan tersebut. Di antaranya kerusakan jalan desa, sumur warga yang mulai mengering, hingga kerusakan lahan perkebunan milik masyarakat.

Koordinator aksi DR.muhammad Sar’i,SE,MM,AK menyampaikan bahwa aktivitas tambang diduga telah mengganggu keseimbangan lingkungan di sekitar pemukiman warga. Menurutnya, sejak aktivitas galian C berjalan, kondisi jalan yang sebelumnya layak dilalui kini rusak parah akibat lalu lintas kendaraan berat pengangkut material.

“Jalan desa kami rusak parah karena dilalui truk-truk besar pengangkut material tambang. Selain itu, banyak sumur warga yang mulai kering, padahal sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini,” ujar Sar'i

Tidak hanya itu, warga juga mengaku sejumlah lahan perkebunan milik masyarakat mengalami kerusakan yang diduga akibat aktivitas penambangan tersebut. Kondisi ini membuat warga merasa dirugikan secara ekonomi.

Dalam aksinya, massa mendesak DLHK Provinsi Riau untuk segera turun tangan melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap aktivitas tambang PT KKU. Mereka juga meminta pemerintah menindak tegas jika ditemukan pelanggaran terhadap aturan lingkungan.

“Kami meminta pemerintah jangan tutup mata. Jika memang aktivitas ini merusak lingkungan dan merugikan masyarakat, maka izin perusahaan harus dievaluasi bahkan dicabut,” tegas massa aksi.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Perwakilan massa juga meminta agar pihak DLHK Provinsi Riau menerima aspirasi mereka dan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat Sungai Jalau.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DLHK Provinsi Riau belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan oleh masyarakat dan pemuda Sungai Jalau tersebut.(ilh)